Tampilkan postingan dengan label Cerpen Remaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen Remaja. Tampilkan semua postingan

Memori dalam Mimpi

Terdengar suara jeritan dari gadis kecil itu. Mereka berkelahi. Walau kalah jumlah, namun bocah laki-laki yang membelaku itu nampak tangguh. Wajahnya berdarah. Nampak darah segar dari kepalanya. Tiba-tiba saja terdengar suara seorang pria dewasa. Bapak itu melerai mereka. Gadis kecil itu berhenti menangis. Dia mencoba mendekati bocah laki-laki yang telah menolongnya itu. Bocah itu terkapar di tanah. Wajahnya berdarah.


GADIS PEMBAWA WAHYU

Di atas dahan pohon besar itu, Wahyu berbaring. Hampir saja ia tertidur saat tiba-tiba saja Ia mendengar suara tangis dari bawah pohon tempat Ia bersembunyi. Wahyu terkejut, dan spontan terjatuh dari dahan pohon tersebut. Saat terjatuh, Ia mendengar suara jeritan seorang perempuan. Ia yang masih merasa kesakitan akibat terjatuh segera berbalik mencari sumber suara itu.






My Chemistry

Akhirnya cowok itu masuk juga. Tapi, bukannya dia mencari kursi siswa yang masih kosong, dia malah berdiri di depan kami dan memberi salam. Kaget rasanya, ternyata dia adalah seorang tentor yang menggantikan kak Arga, tentor kimia kami yang dulu. Mengetahui itu, akhirnya aku berfikir untuk mundur dari rencanaku untuk menjadikan cowok ini sebagai gebetan. ‘Gila apa, tentor sendiri di jadiin gebetan. Gak usah, deh.’ Batin ku menggerutu. Dari perkenalan singkatnya, dia menyebut namanya Yahya. Kak Yahya, begitu aku dan teman-teman ku memanggilnya.

Lembayung Cinta

Hari mulai senja, ketika aku sadar mama ku menelepon. Beliau sepertinya khawatir karena aku berada di luar terlalu lama. Air mata ku masih terus mengalir. Entah mengapa, air mata ku tak juga kunjung berhenti. Hati ku terus merasa gelisah, hingga membuat ku berpikir yang buruk. Ketidakhadiran Andhy membuat ku cemas dan khawatir.






JANJI untuk SAHABAT


Selama  perjalanan, dia  terus  saja  menyuguhiku  berbagai  pertanyaan. Dia  bertanya  seakan-akan  sudah  sangat  akrab  denganku. Aku  tak  tahu  apa  yang  kurasakan. Entah  mengapa, aku  merasa  nyaman  saat  bersama  dia. Dia  anak  yang  baik, namanya  Amalia  tapi  dia  hanya  ingin  di panggil  dengan  sebutan  Lia. Dia  memakai  jilbab. Jika  dilihat, dia  sangat  anggun  memakai  jilbab  itu. Jika  dibanding  denganku, sangat  jauh  beda. Aku  sangat  acak-acakan. Rambutku  panjang  memang, tapi  setiap  hari  hanya  ku kuncir  kuda. Jika  dilihat  seperti  gadis  tak  terurus. Bahkan  banyak  yang  mengatakan  kalau  aku  ini  gadis  tomboy.
 
Free Website templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesFree Soccer VideosFree Wordpress ThemesFree Web Templates