Langit mengeluarkan sinar jingganya. Nayla duduk termenung di jendela kamarnya sembari menatap indahnya langit senja itu. Wajah gadis itu nampak murung. Tanpa disadarinya, kakaknya telah berada di hadapannya.
“Nay, kamu sudah punya keputusan?”
“Eh, kakak.” Nayla nampak gugup. “Nay masih bingung, kak. Nay tahu kalau pilihan paman itu sulit untuk ditolak. Paman belum pernah salah dalam menjodohkan seseorang. Namun…” Nayla tidak menyelesaikan ucapannya.



