Aku merasakan sakit itu lagi. Aku mengerang, Za terlonjak kaget melihatku. Suster memberikan pertolongan. Za tak henti-hentinya berteriak. Ia ketakutan. Aku masih dapat mendengarnya. ‘Aku menyayangi mu, nak. Kau harus kuat.’ Batinku dalam sela sakit yang kurasa. Suamiku datang bersama Rama, anakku. Rama menggendong Za keluar. ‘Ibu menyayangi kalian sayang.’ Batinku untuk terakhir kalinya.

.jpg)


