Ditipu di Mall
Saat tiba di Mall, kami mulai berkeliling-keliling hingga tiba di depan sebuah super market. Saat berjalan, tiba-tiba seorang kakak perempuan menawari kami sebuah brosur, kakak itu menawarkan dengan embel-embel sebuah boneka. Kami berusaha menolak, tapi sayang dua orang teman(laki-laki) kakak itu mulai datang dan memaksa kami ikut.
Ditipu di Mall
Rabu, 28-03-2012
Hari itu, saya berencana untuk jalan-jalan di Mall bersama teman saya. Saat berangkat, di tengah jalan saya dihadang demo oleh para mahasiswa dari Universitas yang berada di jalur angkutan yang saya tumpangi. Para pendemo itu menutup jalan sehingga kendaraan tak bisa lewat. Akhirnya saya turun dan mulai berjalan kaki menerobos para pendemo.
Setelah beberapa lama akhirnya saya berhasil keluar dari kawasan pendemo itu dengan selamat. Saya akhirnya meneruskan berjalan kaki hingga ke rumah teman saya. Setelah singgah di rumah teman saya itu(sekalian sholat ashar), kami berdua pun akhirnya berangkat bersama ke Mall tujuan kami.
Saat tiba di Mall, kami mulai berkeliling-keliling hingga tiba di depan sebuah super market. Saat berjalan, tiba-tiba seorang kakak perempuan menawari kami sebuah brosur, kakak itu menawarkan dengan embel-embel sebuah boneka. Kami berusaha menolak, tapi sayang dua orang teman(laki-laki) kakak itu mulai datang dan memaksa kami ikut. Karena kalah kuat, akhirnya kami ikut ke sebuah toko yang tidak berpapan nama(yang kata salah seorang karyawannya bernama 'Glory'). Kami di tawari untuk mengambil keberuntungan dengan 4 buah kartu yang didalmnya telah tertera berbagai hadiah(A=Boneka, B=tidak beruntung, C=HP). Teman saya memilih salah satu kartu, dan mendapatkan kartu bertuliskan B=VIP.
Kami mengira itu artinya tidak beruntung, tapi ternyata kami justru mendapat hadiah istimewa senilai 4 buah barang yang jika di uangkan bernilai 17 juta lebih. Singkat cerita, akhirnya kami dimintai uang sebagai panjarnya. Awalnya mereka meminta 50.000, tapi mereka justru mengambil uang kami sebanyak 120.000. Mereka juga berkata agar kami berkata bahwa uang kami yang diambil sebesar 50.000 jika ditanya oleh pegawai lainnya.
Karena terlalu lugu, kami akhirnya keluar toko itu dengan hanya membawa sebuah amplop berisi sebuah faktur. Mereka berkata agar kami kembali keesokan harinya jika ingin mengambil hadiah kami. Awalnya kami percaya karena mereka berkata akan mengembalikan uang kami jika kami membatalkan perjanjian tadi. Tapi setelah sekian lama, dan telah mencoba menghubungi kembali kakak yang tadi, akhirnya kami mulai sadar bahwa kami telah ditipu.
Saya segera memberi tahu Ayah, dan setelah itu Ayah saya segera menuju lokasi kejadian. Saya merasa sangat bodoh saat itu, karena dengan muduhnya saya masuk dalam perangkap para penipu itu. Sungguh itu adalah suatu kejadian yang sangat membawa pelajaran besar dalam hidup saya... :)

0 komentar:
Posting Komentar